The global war on terror, American foreign policy, and its impact on Islam and Muslim societies

Ahmad Fuad Fanani

Abstract


The global war on terror that was started after 11/9 tragedy has continued until
to date. The global war on terror not only shaped the new political balance in the
international world, but also influenced the relationships between the U.S. and
Western countries with Muslims countries and Muslims around the world. This is
because the war on terror has positioned Islam and Muslims in negative image
as the serious threat to the West. Many people stated that the 11/9 tragedy is the
evidence of “the clash of civilizations” between Islam and the West. As a result,
some observers argue that the war on terror is the war against Islam based on
the clash of civilizations thesis. However, others rebut this argument by explaining
the facts that many Islamic countries supported to the war on terror. In fact,
Islam has many schools of thought and cannot be understood in single understanding.
Importantly, Islamic extremist movements are not the mainstream group
in Muslims societies. This article will examine the relationship between the war
on terror and the clash of civilizations thesis. It also assesses the Islamic world
and Muslims response toward this agenda. It will argue that the war on terror is not war against Islam, but the war against terrorist groups and radical Muslims
which often hijacked Islam.
Perang global atas teror yang diprakarsai Amerika Serikat sebagai tanggapan
terhadap tragedi 11 September 2011 terus berlanjut hingga hari ini. Diskursus ini
tidak hanya memengaruhi keseimbangan politik dalam percaturan international,
namun juga mempunyai dampak yang signifikan terhadap relasi antara Islam
dan Barat. Hal ini karena Islam dan kaum Muslim ditempatkan pada posisi yang
negatif dan menjadi ancaman nyata terhadap Barat. Berkaitan dengan itu,
masyarakat banyak yang mempercayai bahwa tragedi 11 September adalah bukti
nyata dari tesis “benturan peradaban” antara Islam dan Barat. Dalam hal ini,
banyak pengamat juga meyakini bahwa the global war on terror adalah perang
melawan Islam berdasarkan analisis benturan peradaban. Namun, sebagian
pengamat membantah bahwa perang ini adalah perang melawan Islam dengan
menunjukkan bukti banyak negara Muslim yang bergabung dengan agenda ini. Di
samping itu, Islam juga mempunyai banyak mazhab pemikiran dan tidak bisa
dipahami menjadi hanya satu pemahaman. Gerakan Islam ekstremis pun, tidak
menjadi arus utama dalam masyarakat Islam. Artikel ini akan menganalisis
hubungan antara the global ar on terror dan benturan antarperadaban. Juga
akan dibahas respon dunia Islam dan masyarakat Muslim terhadap agenda global
ini. Berkaitan dengan itu, artikel ini akan berargumen bahwa the global war
on terror bukanlah perang melawan Islam, namun perang melawan teroris dan
Muslim radikal yang seringkali membajak Islam.

Keywords


Global war on terror; Clash of civilizations; US foreign policy; Islamic world; Radical Muslims

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.18326/ijims.v1i2.205-255

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2014 Ahmad Fuad Fanani

License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/


Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies indexed by: