Inter-subjectivity of khalwat (suluk) members in the tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Ponorogo

S Maryam Yusuf

Abstract


Naqshbandiyah is one of the names of tarekat that still exist in the Islamic world for 8 centuries (12-20 AD) because it has successfully carried out Islamization using cultural approach. Khalwat dar anjuman or ‘seclusion from the crowd’ is the main method of training and spiritual discipline to defend Islamic beliefs and values from the various crises of modern human life, which leads to spiritual emptiness.Assumption on khalwat causing someone to behave exclusively towards his/her environment is very interesting to study. Phenomenological research using Max Weber’s sociology of religion approach is used to find motives and symbolic meanings of student behavior (salik) that follow khalwat (suluk) in Tarekat Naqshbandiyah of Durisawo Ponorogo. The results of research show that, first,belief in kharisma murshid of Tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah is a gift from Allah SWT that is able to assist students in enhancing their spiritual experience (religious motives) and overcoming various problem that interfere both physical and psychological states, making them be more socially and morally intelligent in their lives (individual motives). Second, khalwat (suluk) has a subjective meaning for a student during his way to reach maqamat (station) until he is given the highest spiritual experience in the degree of ma’rifatullah by doing dhikr, muraqabah, kwayani, tawajuh, uzlah. Khalwat (suluk) also means intersubjective for salik during the interaction with murshid teacher through rabithah murshid, talqin, bai'at, sungkem tradition, and pilgrimage of murshid teacher’s grave. Third, the implication of students’ behavior after attending khalwat is they have calm and happy heart to be involved in social life in their environment according to their respective professions manifested in the form of social care in overcoming poverty and giving attention to orphans through daily social charity activities and donation. Khalwat participants have become intersubjective humans because they have been able to find their qualities in understanding reality.

Naqsyabandiyah sebagai salah satu nama tarekat yang terbukti tetap eksis di dunia Islam selama 8 abad (12-20 M) karena berhasil melakukan Islamisasi dengan pendekatan kultural. Khalwat dar anjuman atau ‘menyepi di tengah keramaian’ sebagai metode utama pelatihan dan disiplin spiritual untuk mempertahankan keyakinan dan nilai-nilai Islam dari berbagai krisis kehidupan manusia modern yang menyebabkan kehampaan spiritual. Anggapan bahwa khalwat menyebabkan sesorang berikap ekskusif terhadap lingkungannya sangat menarik untuk diteliti.  Penelitian fenomenologis dengan pendekatan sosiologi agama Max Weber ini untuk menemukan motif dan makna simbolik dari perilaku murid (salik) yang mengikuti khalwat  (suluk) dalam tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah Durisawo Ponorogo. Hasil penelitian menemukan: pertama, kepercayaan pada kharisma mursyid tarekat Naqsyabandiyah Khalidiyah sebagai anugerah Allah SWT yang mampu membantu murid dalam meningkatkan pengalaman spiritualnya (motif agama) dan menyelesaikan beragam ujian, cobaan fisik dan psikis agar semakin cerdas secara social dan moral dalam kehidupannya (motif individu). Kedua, khalwat (suluk) memiliki makna subyektif bagi seorang murid dalam usahanya mencapai maqamat (station) hingga diberikan pengalaman ruhaniah tertinggi derajat ma’rifatullah dengan memperbanyak dzikir, muraqabah, kwajikan, tawajuh, uzlah,; dan khalwat (suluk) juga bermakna intersubyektif bagi salik melalui interaksinya dengan guru mursyid melalui rabithah mursyid, talqin, bai’at, tradisi sungkem, ziarah kubur guru mursyid. Ketiga, Implikasi perilaku murid setelah mengikuti khalwat adalah dengan hati yang tenang dan bahagia bisa terlibat dalam kehidupan sosial kemasyarakatan di lingkungannya sesuai profesi masing-masing diwujudkan dalam bentuk kepedulian sosial dalam mengentaskan kemiskinan dan perhatiannya kepada anak yatim melalui kegiatan amal sosial harian dan santunan. Peserta khalwat telah menjadi manusia yang intersubyektif, karena telah mampu mencari kualitas dirinya dalam memahami realitas.


Keywords


Inter-subjectivity; Motivation; Symbolic meaning; Suluk; Khalwat

Full Text:

PDF

References


Abdullah, Luqman. “Kontribusi Tarekat Naqsabandiyah Terhadap Pendidikan Agama Islam Dan Perubahan Perilaku Sosial Jamaah (Studi Kasus Jamaah Tarekat Naqsabandiyah Di Dukuh Tompe, Kabupaten Boyolali).” Nazhruna: Jurnal Pendidikan Islam 1, no. 1 (2018): 1–19.

Abdurrahman, Moeslim. Tangklukan, Abangan, Dan Tarekat: Kebangkitan Agama Di Jawa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2006.

Aceh, Abubakar. Pengantar Ilmu Tarekat. Solo: Penerbit Ramadhani, 1985.

Ahyar, Muzayyin, and Alfitri Alfitri. “Aksi Bela Islam: Islamic Clicktivism and the New Authority of Religious Propaganda in the Millennial Age in Indonesia.” Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies 9, no. 1 (2019): 1–29.

Aini, Putri Fajriah and Rosyad, Rifki, “Khalwat Dalam Mengendalikan Emosi”, Syifa Al-Qulub, Volume 3, Number 2, (2019), 53–64.

Al-Dīn, Jalāl. “Rahasia Mutiara Al-Ṭarīqah al-Naqshabandiyah.” Bukittinggi, Partai Politik Tarekat Islam (PPTI), 1950.

Aritonang, Jimmi Marliston Pandapotan, Soewadi Soewadi, and Ronny Tri Wirasto. “Korelasi Tingkat Kebermaknaan Hidup Dengan Depresi Pada Lansia Di Posyandu Lansia Padukuhan Soro Padan, Sleman, Yogyakarta.” Berkala Ilmiah Kedokteran Duta Wacana 3, no. 1 (2018): 25.

Azra, Azyumardi. Pendidikan Islam: Tradisi Dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Logos Wacana Ilmu, 1999.

Brussat, Frederic, and Mary Ann Brussat. Spiritual Literacy: Reading the Sacred in Everyday Life.Simon and Schuster, 1998.

Fauzi, Romzan. “Tarekat Naqsabandiyah Khalidiyah Di Slemanan Kabupaten Blitar.” Analisa: Journal of Social Science and Religion 15, no. 01 (2008): 33–50.

H MA Achlami, H. S. “Tasawuf Sosial Dan Solusi Krisis Moral.” Ijtimaiyya: Jurnal Pengembangan Masyarakat Islam 8, no. 1 (2015): 90–102.

Hadi, Syofyan. “Naskah Mawahib Rabb Al-Falaq: Melacak Titik Temu Ajaran Dua Tarekat (Syaziliyah Dan Naqsyabandiyah) Di Minangkabau.” Jurnal Lektur Keagamaan 11, no. 1 (2013): 91–126.

Hidayat, Ziaulhaq, and Muzakkir Syahrul. “Indonesian Sufi in Malay World: A Preliminary Exploration with Reference to Tariqa Naqshabandiyya-Khalidiyya Babussalam (TNKB).” Journal of Indonesian Islam 11, no. 1 (2017): 201–222.

Hasibuan, Armyn, “Motivasi Suluk 5 Hari dan Ketekunan Beribadah Pengamal Tarekat Naqsyabandiyah Syekh H. Mhd.Ihsan Harahap”, Tazkir Vol. 01 No. 2 (Desember 2015), 122-134.

Ibrahim, Amal and Yousif Omer Babiker, “The Principles of Naqshbandi Sufi Order,” 2013, 7.

Jamil, M. Muhsin , Thariqah dan Dinamika Sosial Politik: Tafsir Sosial Sufi Nusantara, Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2005.

Jazilus, Sakhok and Munandar, Siswoyo Aris, “The Sufi order and philanthropy: a case study of philantrophical activism of the Naqsyabandiyah al-Haqqani sufi order in Indonesia,” Teosofia: Indonesian Journal of Islamic Mysticism, Volume 8, Number 1, (2020), 62–63.

Khalidi, Syekh Muhammad al-Amīn al-. “Naskah Ajaran Tarekat Al-Naqshabandiyyah Khalidiyah,” n.d. Koleksi surau Muhammad al-Amīn Kinali-Pasaman.

Lutfh,Danial,“Talqin Zikir sebagai Metode Dakwah”, Ilmu Dakwah: Academic Journal for Homiletic Studies 11(2) (2017) 369-383

Ma`ruf, M., “Nilai-Nilai Edukatif Dalam Tasawuf: Telaah Terhadap Tawajuhan Pada Thariqah Qodiriyyah Wa Naqsabandiyyah ( Studi Kasus Di Pondok Pesantren Cabean Pasuruan Jawa Timur”, Jurnal Al-Makrifat Vol 3, No 1, (April 2018).

Mufid, A.S. Tangklukan, Abangan, Dan Tarekat: Kebangkitan Agama Di Jawa. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia, 2006.

Mujieb, M. Abdul. Ensiklopedia Tasawuf Imam Al-Ghazali. Hikmah, 2009.

Mukhibat, Mukhibat. “Spritualisasi Dan Konfigurasi Pendidikan Karakter Berparadigma Kebangsaan dalam Kurikulum 2013.” Al-Ulum 14, no. 1 (2014): 23–42.

Nashiruddin, Hamam. Al-Idhoh Fie At Thariqah Al Khalidiyah. Kudus: Menara Kudus, n.d.

Ngadhimah, Mambaul. “Dinamika Tarekat dalam masyarakat modern (kelangsungan dan perubahan Tarekat Syattariah di Tanjunganom, Nganjuk, Jawa Timur).” Kontekstualita, 2, 24 (2008): 1–30.

Ngadimah, Mambaul. “Dinamika Jama’ah Lil-Muqarrabin Tarekat Syattariyah Tanjunganom, Nganjuk Jawa Timur.” Disertasi Tidak Diterbitkan). Yogyakarta: UIN Sunan Kalijaga, 2007.

Ngadimah, Mambaul. “The Spirituality of Mafia Shalawat; A Crisis Solution of Modern Society.” In IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 175:012181. IOP Publishing, 2018.

Nugroho, Wahyu, “Keterlibatan Sosial Sebagai Sebuah Devosi: Sebuah Kesalehan Sosial Tarekat Naqshbandiyah Nazimmiyah", Gema Teologi, Volume 39, Number 1, (2015).

Suherdiana, Dadan , “Model Dakwah Fardiyah Tarekat Qodiriyah Wa Naqsabandiyah” Jurnal Ilmu Dakwah Vol. 4 No. 14 (Desember 2009), 689-698.

Ubaedillah, A. Sufi Islam and the Nation State: Darul Arkam Movement in the Post Suharto era of Indonesia. Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies, 5(1), (2015), 79– 110.

Ritzer, George, and Douglas J. Goodman. “Teori Sosiologi Modern.” Jakarta: Prenada Media 121 (2004).

Syakur, Amin , “The Social Consequence of Tasawuf”, International Journal Ihya’ Ulum al- Din, Number 01, Volume I (1999).

Rosehan Anwar, Muchlis. Laporan Penelitian Dan Penulisan Biografi K. H. M. Arwani Amin Di Propinsi Jawa Tengah, n.d.

Ruslani, ed. Wacana Spiritualitas: Timur Dan Bara. Yogyakarta: Penerbit Qalam, 2000.

Said, Ahmad Fuad. Hakikat Tariqat Naqsyabandiah. Jakarta: Pustaka Alhusna, 1994.

Sutoyo, Sutoyo. “Tasawuf Hamka Dan Rekonstruksi Spiritualitas Manusia Modern.” ISLAMICA: Jurnal Studi Keislaman 10, no. 1 (2015): 108–136.

Tim Penyusun Pusat Bahasa, Kamus Bahasa Indonesia, Jakarta: Balai Pustaka, 2008.

Waston, Waston. “Building Peace through Mystic Philosophy: Study on the Role of Sunan Kalijaga in Java.” Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies 8, no. 2 (2018): 281– 308.

Moleong, Lexy J., Metodologi Penelitian Kualitatif, Bandung: PT Remaja Rosda Karya, 2017, 3,




DOI: https://doi.org/10.18326/ijims.v10i1.103-126

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies indexed by: