The significant role of religious group’s response to natural disaster in Indonesia: the case of Santri Tanggap Bencana (Santana)

Mohammad Rokib

Abstract


Natural disasters, which occur regularly in Indonesia, have inspired many volunteer
groups to emerge from different groups of society, including religious group.
This paper focuses on the experiences of the religious volunteer group called
Santana (Islamic student’s response to disaster) in East Java region. The group
is part of Islamic education institution (pesantren) that emphasizes religious aspects
and attempts to realize religious values in everyday life. The group gives
religious meaning to the experience of disaster and the efforts to help disaster victims. The aim of this study is to describe Santana’s response to natural disaster
as not only a natural but also a cultural phenomenon. This study reveals a
large number of religious symbols referring to disaster as natural and theological
phenomena. Referring to the religious text, disaster victims are categorized by
Santana as weak people (mustad’afin). It has inspired this group to engage in
their social activism. Their commitment to the religious tenets involves not only
giving material aid but also promoting spiritual empowerment. This gives insight
into the dynamic of how religious groups manifest their religious values by providing
both material and spiritual aid.
Bencana alam yang terjadi hampir setiap tahun di Indonesia telah mendorong
kemunculan kelompok relawan dari berbagai elemen masyarakat, termasuk
kelompok agama. Artikel ini terfokus pada pengalaman relawan dari kelompok
agama bernama Santana (santri tanggap bencana) di Jawa Timur. Kelompok
relawan ini merupakan bagian dari lembaga pesantren yang menekankan aspek
keagamaan serta berusaha merealisasikan nilai-nilai keagamaan dalam kehidupan
sehari-hari. Kelompok ini memberikan pemaknaan keagamaan pada kejadian
bencana alam sekaligus berusaha menolong korban bencana. Tujuan studi ini
adalah mendeskripsikan tanggapan kelompok Santana atas bencana alam yang
tidak hanya sebagai kejadian alam melainkan juga fenomena (perubahan)
kebudayaan. Artikel ini menyatakan bahwa terdapat sebuah gundukan simbol
keagamaan yang menempatkan bencana sebagai peristiwa alam dan fenomena
teologis. Dengan merujuk pada teks keagamaan, korban bencana dikategorikan
oleh Santana sebagai orang lemah (Mustad’afin). Konsep ini mendorong mereka
melakukan aktivisme sosial. Komitmen mereka atas ajaran agama tidak hanya
telah memunculkan pertolongan material tetapi juga penguatan spiritual para
korban bencana.

Keywords


Religious group; Santana; Religious meaning; Natural disaster

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.18326/ijims.v2i1.53-77

StatisticsArticle Statistic

This article has been read : 722 times | PDF file viewed : 525 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies indexed by: