Multidimensional phenomena of Hajj: study of Javanese pilgrims

M Zulfa

Abstract


Performing Hajj pilgrimage to Mecca is the fifth pillar of Islam, whereas these
five pillars of Islam are believed by all Muslims in the world as the foundation
of Islam. Hajj is a must for any Muslim who has all the abilities, in term of
financial, physical, as well as psychological, to perform it, This paper is a
report of a research on various aspects accompanying the accomplishment of
the Hajj pilgrimage to Mecca by the pilgrims. Those aspects are the spiritualteologic,
the psychological, the sociological, and the economic. The objects
of the research were the city of Salatiga, the District of Semarang, and the
District of Magelang. The spiritual-teologic aspect is used to explain the level
of religiousity of a Muslim performing the Hajj while the psychological aspect
is related to the psycho-condition, mental, and desires experienced or possessed
by the pilgrims. The sociological aspect is the social faithfulness, the
social harmony supported by those pilgrims. Last but not least, the economic
aspect is the motive of the pilgrims to increase their prosperity or their economic
power. By implementing the descriptive-qualitative approach, this research
aimed at providing objective, accurate, and systematic depictions of
those issues related with the objects of the research. For the data collection,
the researcher used various methods such as observation, interview, and documentation.
The data was then analyzed through the descriptive qualitativequantitative
approach. The result shows that the spiritual-teologic, the psychological, the sociological, as well as the economic aspects are all present in
the accomplishment of the Hajj, with the spiritual-teologic and the psychological
aspects play the most dominant roles. The quantitative analysis shows
that there is a significant influence of the spiritual-teologic and the psychological
aspects toward the completion of the Hajj of the pilgrims. It is proven
with the statistical calculation that the degree of significant is 1% and 5%
that shows that the r sum is bigger than the r table or that 0,599> 0,345>
0,266. Meanwhile, the descriptive analysis of the data shows that the spiritual-
teologic and the psychological aspects are the more dominant aspects
compared to the sociological, as well as the economic aspects.
Haji merupakan rukun Islam yang ke lima, sementara rukun Islam dijadikan
sebagai pondasi dasar agama oleh seluruh umat Islam di dunia. Setiap muslim
yang telah mampu, hukumnya wajib menunaikan ibadah haji. Baik mampu
secara financial maupun mampu secara fisik ataupun psikis. Tulisan ini
merupakan hasil penelitian yang menfokluskan beberapa aspek yang menyertai
jama’ah haji. Aspek-aspek itu meliputi: aspek teologis-spiritual, aspek psikologis,
aspek sosiologis dan yang terakhir aspek ekonomis dengan mengambil objek
penelitian di Kota Salatiga, Kab. Semarang dan Kab. magelang. Aspek teologisspiritual
adalah aspek yang menjelaskan mengenai tingkat religiusitas seseorang
secara individu ketika melaksanakan ibadah haji, sedangkan aspek psikologis
yaitu, aspek yang berhubungan dengan psikis, mental, keinginan-keinginan
dialami yang dirasakan oleh jama’ah haji. Selanjutnya aspek sosiologis,
merupakan kesalehan sosial, hubungan kemasyarakatan yang dilakukan oleh
jama’ah haji. Dan yang terakhir aspek ekonomis, yaitu motif jama’ah dalam
melakukan ibadah haji adakah faktor atau keinginan meningkatkan ekonomi.
Dengan menggunakan pendekatan deskriptif-kuantitatif penelitian ini bertujuan
untuk mendapatkan gambaran yang objektif, akurat dan sistematis, mengenai
masalah-masalah yang ada di objek penelitian. Untuk mengumpulkan data
digunakan beberapa metode yaitu, observasi, interview dan dokumentasi.
Kemudian data yang telah terkumpul dianalisis menggunakan pendekatan
deskriptif kualitatif-kuantitatif. Hasil penelitian menunjukkan bahwa aspek
teologis-spiritual, aspek psikologis, aspek sosiologis dan aspek ekonomis
menyertai para jamaah haji terutama aspek spiritual dan psikologis. Dari analisis
secara kuantitatif menunjukkan adanya pengaruh signifikan aspek teologis-spiritual
dan aspek psikologis terhadap jama’ah haji. Hal itu dibuktikan dengan hasil perhitungan statistik pada taraf signifikansi 1% dan 5% menunjukkan
bahwa r hitung lebih besar dari r tabel yaitu: 0,599> 0,345> 0,266. Sedangkan
analisis deskriptif menghasilkan bahwa aspek teologis-spiritual dan aspek
psikologis adalah aspek yang lebih menonjol jika dibandingkan dengan aspek
aspek-aspek lainnya, dibanding aspek sosiologis dan aspek ekonomis.

Keywords


Hajj; Phenomenology; Javanese; Pilgrims

Full Text:

PDF


DOI: https://doi.org/10.18326/ijims.v5i1.135-162

Refbacks

  • There are currently no refbacks.


Copyright (c) 2015 M Zulfa

License URL: https://creativecommons.org/licenses/by-sa/4.0/


Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies indexed by: