From occultism to hybrid Sufism: the transformation of an Islamic-hybrid spiritual group in contemporary Indonesia

Ahmad Muttaqin

Abstract


This paper discuses transformation of an Islamic-Hybrid Spiritual group, the
Bhakti Nusantara (literally means ‘devotion to nation’), from spiritualitas kasar
[rough spirituality] of occult-based spirituality to the finer spirituality [spiritualitas
alus] which is linked to Sufi spiritual practices. Based on my field work in
Yogyakarta, in 2009 and 2010, the paper explains sociological context of group’s
institutional and spiritual transformation amid contemporary Islamic revival
and modernizing process of the country. It then argues that the transformation
of the group was driven by the logic for presenting spiritual heritages that
are practically appropriate for modern life and which also fit religiously with
orthodox Islam. Both the institutional transformation and the change of spiritual
orientation of the group mark BN, as a hybrid spiritual group, to actively
involve in the opportunities of modernity, instead of resisting the challenges
and pressures of modern life.
Tulisan ini membahas proses transformasi dalam sebuah kelompok spiritualitas
hybrida bernama Bhakti Nusantara (BN) dari “spiritualitas kasar” yang terkait dengan praktik klenik-kejawen ke spiritualitas halus yang berbasis pada praktif
tasawuf/Sufisme. Berdasar hasil riset lapangan di Yogyakarta tahun 2009 dan
2010, paper ini mencoba mengungkap konteks sosiologis dari transformasi
kelembagaan maupun perubahan orientasi spiritualnya di tengah proses
modernisasi dan kebangkitan Islam di Indonesia pasca reformasi. Transformasi
dari spiritualitas kasar ke spiritualitas halus ini terjadi, diantaranya, dilatari
oleh nalar untuk menyesuaiakn praktik dan layanan spiritual agar lebih sesuai
dengan alam pikiran dan kebutuhan manusia modern dan praktik spiritual
yang tidak bertentangan dengan ortodoksi keberagaan umat Islam. Transformasi
yang terjadi di BN telah mengantarkan kelompok spiritualitas hibrida ini untuk
menawarakan formula spiritual yang lebih pro aktif dalam menyongsong peluang
yang ditawarkan modernitas, bukan formula spiritualitas untuk melawan
tantangan dan menghidnari tekanan kehidupan modern.

Keywords


Javanese occultism; Modern life; Hybrid Sufism; Spirituality

Full Text:

PDF


DOI: http://dx.doi.org/10.18326/ijims.v4i1.81-104

StatisticsArticle Statistic

This article has been read : 600 times | PDF file viewed : 469 times

Refbacks

  • There are currently no refbacks.



Indonesian Journal of Islam and Muslim Societies indexed by: